Sabtu, 24 Juli 2010

Meja Kayu

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya.

Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.

 

Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.

 

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar.

 

Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.”

 

Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan.

Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan.

Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

 

Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar

isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

 

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang

sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

 

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul.

Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

 

Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

 

Ketika Aku Sudah ......

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku......

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

 

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

 

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

 

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

 

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa"darimu.

 

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

 

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.

 

Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

 

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

 

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

 

 

Seminar EQ Keputrian 2009








Seminar kali ini membahas tentang norma - norma baik yang harus dimiliki para putri - putri.

Acara ini mengundang beberapa pembicara handal dari DPD LDII sendiri, yaitu Ibu Kartini.

Acara ini juga dihadiri oleh keputrian dari Sidoarjo juga lo.

Syukur Alhamdulillah acara ini bisa berjalan cukup lancar...^^

Goes to Madura





Yuhui...
Para keputrian FORMASA kali ini ngadain tour bareng ke Pantai Loumbeng, Madura.
Pantainya keren abis bo...

Namun para keputrian ini tak hanya sekedar tour ke Madura lo...
Tujuan utama dari tour ini sendiri adalah diklat bagi pengurus inti keputrian yan baru...
(Akhirnya reorganisasi juga...xp)

di pantai tersebut para peserta diklat diberi game - game yang membutuhkan kerjasama jika ingin menjadi juara,
game tersebut adalah membangun istana pasir dan juga bagaimana mempertahankan istana pasir tersebut ketika ada orang yang hendak menghancurkan istana tersebut.

Sehabis pembagian hadiah untuk para juara para peserta dan juga panitia diklat makan rujak buatan para keputrian.

Sebelum pulang ke Surabaya lagi,
mbak Sovi dan juga mbak Umy selaku SC dari kegiatan ini mengubur toples yang berisi harapan para keputrian untuk 2 tahun kedepan di suatu tempat yang tersembunyi dipantai tersebut.

2 tahun lagi keputrian berencana tour ke Madura lagi untuk melihat toples harapan tersebut...^^

Logo buat Keputrian



Hampir 8 tahun Keputrian ada namun ternyata para keputrian sendiri baru sadar kalau ternyata dari keputrian FORMASA sendiri belum punya logo yang nunjukin idenditas keputrian sendiri....(^,^)v

Yup,
Akhirnya pada tahun 2009 muncul kreasi baru untuk logo keputrian.
Pada awalnya terdapat 2 pilihan logo yang ditawarkan.
setelah jejak pendapat dan juga voting para anggota keputrian,
akhirnya terpilihlah logo gambar 3 cewek berkerudung yang hingga sekarang digunakan sebagai idenditas keputrian FORMASA.

Ajzk buat yang udah berjasa dalam pembuatan logo tersebut.

Bazar and Family Day







Even kali ini merupakan even besar Keputrian yang juga melibatkan anak - anak FORMaSA,
even itu adalah "Bazar and Family Day" yang diadakan pada bulan Agustus 2008.
Even ini merupakan agenda rutin tiap tahunnya.

Segala persiapan telah dijalankan jauh - jauh hari, seperti pembentukan panitia, pengajuan proposal, pengajuan dana, tata panggung, hingga pelaksanaan.
Tentu saja semua itu dikerjakan oleh semua anggota keputrian yang juga dibantu FORMASA. Bahkan para panitia rela untuk tidur di aula gayungan demi mempersiapkan apa yang dibutuhkan buat acara diesok harinya.
(salut euy)

Dalam even ini terdapat beberapa kegiatan seperti lomba kreativitas, lomba cerdas cermat, dan yang paling utama adalah Bazar yang diikuti oleh semua kelompok yang ada di Surabaya.
Dari keputrian juga tak mau ketinggalan ikut serta dalam bazar tersebut. Dari keputrian juga membuka stan "Garage Sale", yaitu stan untuk barang - barang bekas yang masih layak untuk dipakai. Barang - barang tersebut didapat dari hasil sodaqoh para Jokam yang ada di Surabaya.
Hasil penjualannya lumayan lah buat nambah - nambah kas keputrin...^^

Keputrian Surabaya Tengah





Tak mau kalah dengan keputrian Surabaya barat, Keputrian Surabaya Tengah juga mengadakan kegiatan yang berbeda namun hampir serupa. Acara tersebut adalah ngaji mahasiswa yang dilanjutkan makan bakso bareng.

hmmmmm
yummie...^^

Keputrian Surabaya Barat







Yup,
ini nih beberapa kegiatan keputrian dari Surabaya Barat yang telah berjalan beberapa tahun yang lalu.
Kegiatan itu meliputi acara kreativitas mudi - mudi yang diadakan pada tahun 2006.
Dalam Acara tersebut para keputrian tak hanya mendengarkan ceramah tentang agama, melainkan juga ada game - game seru seperti game menara sedotan yang mana para peserta diharuskan membuat menara dari sedotan setinggi mungkin.
Bagi menara tertinggi yang berhasil dibuat akan dinobatkan sebagai juara.

Tak hanya lingkup mudi - mudi saja. Keputrian Surabaya barat juga mengadakan acara untuk para caberawit juga lo...^^

All about Us












Keputrian FORMASA (Forum Muda - Mudi se Surabaya) dibentuk pada tahun 2001. Awal terbentuknya keputrian ini dikarenakan FORMASA merasa dibutuhkannya wadah untuk para mudi - mudi disetiap hendak melakukan kegiatan yang sekiranya lebih banyak melibatkan para remaja putri, oleh karena itulah keputrian Surabaya dibentuk.

Anggota Keputrian FORMASA ini sendiri bukan asal "comot" aja, melainkan benar - benar merupakan perwakilan dari masing - masing daerah yang ada di kota Surabaya ini. Jobdes dari para anggota keputrian ini lebih ke sebagai penggerak kegiatan - kegiatan yang berhubungan dengan wanita, namun demikian semua itu tetaplah dilandasi dengan Al Qur'an dan juga Alhadis.

Telah banyak juga kegiatan - kegiatan yang juga telah dijalankan, semisal seminar kewanitaan bersama Ida Royani, Studi banding ke Malang, seminar kepemimpinan, panitia Asrama Bukhori, dan juga LDII fair.